Belajar Sepanjang Hayat: Mengapa Manusia Tidak Boleh Berhenti Bertumbuh?
"Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung. Barangsiapa yang harinya sama saja, maka ia rugi" (Diriwayatkan oleh Al-Hakim). Perubahan yang terjadi pada abad ke-21 berlangsung jauh lebih cepat daripada kemampuan banyak orang untuk menyesuaikan diri. Kecerdasan buatan, transformasi digital, hingga perubahan kebutuhan dunia kerja membuat pengetahuan yang relevan hari ini dapat menjadi usang dalam beberapa tahun ke depan. Dalam situasi seperti ini, belajar tidak lagi menjadi aktivitas yang berhenti ketika seseorang lulus sekolah atau perguruan tinggi, melainkan menjadi kebutuhan sepanjang hayat. Melalui Lensa Pedagogi dan Spiritualitas, belajar bukan sekadar mengumpulkan ijazah atau menguasai keterampilan baru, tetapi merupakan proses memelihara akal, memperluas cara pandang, dan mensyukuri nikmat ilmu yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia. Semakin seseorang belajar, seharusnya semakin ia menyadari luasnya ilmu yang belum diketahuinya. Pandangan...