Suara Mahasiswa: Kritik Amarah atau Cinta untuk Negeri?
Ilustrasi Suara Mahasiswa (Sumber Gambar: Gemini AI) Langkah kaki dan riuh suara mahasiswa yang kembali memadati jalanan bukanlah bentuk amarah tanpa arah, melainkan wujud cinta yang mendalam terhadap masa depan negeri ini. Mereka hadir di bawah terik matahari bukan untuk merusak, melainkan menjadi penyambung lidah bagi kecemasan-kecemasan di ruang tamu rakyat yang tak terdengar hingga ke ruang sidang penentu kebijakan. Aksi ini adalah sebuah pengingat lembut namun tegas, bahwa setiap regulasi yang lahir dari meja kekuasaan harus selalu bermuara pada kesejahteraan manusia yang mendiaminya. Seringkali, kita mudah terjebak dalam prasangka yang menyederhanakan gerakan mahasiswa sebagai sekadar euforia pemuda atau gangguan ketertiban. Padahal, jika kita bersedia mendengarkan dengan hati yang terbuka, di balik teriakan dan spanduk-spanduk itu terselip doa-doa tulus untuk ibu pertiwi. Mereka adalah generasi yang belum lelah berharap, yang masih percaya bahwa kritik adalah bentuk partisipasi ...