Angka Tumbuh, Sudahkah Rasa Aman Menyapa Rakyat?

Daftar Isi

Lensa Pedagogi | Artikel #9 dari Seri Lensa Literasi

Ilustrasi tangan memegang kalkulator dan foto keluarga dengan latar belakang pasar tradisional yang ramai


"Pembangunan adalah tentang memperkaya kehidupan manusia, bukan sekadar memperkaya ekonomi." (United Nations Development Programme - UNDP).

Pada artikel sebelumnya, "Paradoks Teknologi: Dekat di Layar, Jauh di Hati," kita memahami bahwa kemajuan teknologi tidak selalu menghadirkan kedekatan antarmanusia. Hal serupa juga dapat terjadi dalam pembangunan sebuah negara. Berbagai indikator ekonomi mungkin menunjukkan pertumbuhan yang baik, tetapi belum tentu seluruh masyarakat merasakan manfaatnya secara merata. Melalui Lensa Kesejahteraan, kita diajak memahami bahwa kemajuan sejati bukan hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa aman, harapan, dan kualitas hidup yang dirasakan masyarakat.

 

Badan Pusat Statistik(BPS) mencatat bahwa perekonomian Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen (year-on-year). Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional terus bergerak positif. Namun, pertumbuhan ekonomi tidak selalu berarti seluruh lapisan masyarakat langsung merasakan kehidupan yang lebih baik. Masih banyak keluarga yang menghadapi tantangan kenaikan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, maupun kesenjangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Karena itu, pembangunan tidak cukup dinilai dari besarnya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat.

 

Berbagai kajian pembangunan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi akan memberikan dampak yang lebih besar apabila disertai pemerataan kesempatan, perlindungan sosial, dan pelayanan publik yang berkualitas. United Nations Development Programme(UNDP) menekankan bahwa pembangunan manusia tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari kesehatan, pendidikan, dan kesempatan hidup yang layak. Melalui Lensa Digital, keterbukaan informasi publik memungkinkan masyarakat ikut mengawasi kebijakan pembangunan secara lebih transparan. Namun, keterbukaan data juga harus diimbangi dengan kemampuan memahami konteksnya sehingga masyarakat tidak mudah terjebak pada penilaian yang hanya melihat angka tanpa memahami kondisi di lapangan.

 

Melalui Lensa Spiritualitas, Islam mengajarkan bahwa kesejahteraan bukan hanya persoalan materi, tetapi juga keadilan dan kemanfaatan. Allah Swt. berfirman, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia..." (QS.Al-Qashash [28]: 77). Ayat ini mengajarkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dunia dan tanggung jawab moral. Rasulullah ï·º juga bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad No. 7063). Dalam kehidupan berbangsa, kemajuan akan lebih bermakna apabila mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan perlindungan.

 

Perspektif tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui Lensa Pedagogi, Profil Pelajar Pancasila mendorong peserta didik memiliki kemampuan bernalar kritis dalam memahami berbagai persoalan sosial, termasuk membaca data pembangunan secara objektif dan bertanggung jawab. Dari Lensa Ekologi, pembangunan yang berkelanjutan juga harus menjaga keseimbangan lingkungan agar kesejahteraan hari ini tidak mengorbankan kehidupan generasi mendatang. Sejalan dengan itu, Kementerian Keuangan RI dalam arah kebijakan APBN terus menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, penguatan perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa.

 

Pada akhirnya, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari rasa aman, kesempatan yang adil, dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Angka statistik merupakan alat untuk mengukur perkembangan, tetapi tujuan akhirnya adalah menghadirkan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan rakyat. Ketika pembangunan mampu memperkuat keadilan, menjaga martabat manusia, dan memberikan harapan bagi semua, saat itulah pertumbuhan ekonomi memperoleh makna yang sesungguhnya.


Namun, mewujudkan pembangunan yang adil bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kemajuan demokrasi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk keberanian generasi muda untuk menyampaikan kritik yang membangun. Apakah kritik mahasiswa merupakan bentuk perlawanan, atau justru wujud kepedulian terhadap masa depan bangsa? Pertanyaan tersebut akan kita bahas pada artikel berikutnya, "Suara Mahasiswa: Kritik Kasar atau Cinta untuk Negeri?"

 

Sumber:

Al-Qur'an al-Karim, QS. Al-Qashash (28): 77. Terjemahan Kementerian Agama RI. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/28?from=77&to=77
Imam Ahmad ibn Hanbal. Musnad Ahmad, No. 7063. Verifikasi via: https://dorar.net/hadith
Badan Pusat Statistik (BPS). (2026). Berita Resmi Statistik: Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026. Jakarta. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2575/ekonomi-indonesia-triwulan-i-2026-tumbuh-5-61-persen--y-on-y-.html
Lee, S., & Kim, J. (2025). Inclusive Growth and Vulnerability Reduction in Emerging Economies. World Development, 185, 106-120. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2025.106120
United Nations Development Programme (UNDP). (2025). Human Development Report 2025: Beyond Growth, Towards Well-being. New York. https://hdr.undp.org/content/human-development-report-2025
Chen, L., et al. (2024). Economic Policy, Social Trust, and Environmental Sustainability. Journal of Development Economics, 168, 103-118. https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2024.103118
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Jakarta. https://guru.kemendikdasmen.go.id
Kementerian Keuangan RI. (2026). Nota Pengantar APBN 2026: Fokus pada Pemerataan dan Ketahanan Ekonomi. Jakarta. https://www.kemenkeu.go.id

Posting Komentar